Terima Kunjungan Diaspora Uighur, Kesaksian Sikap Cina

JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menerima kunjungan rombongan diaspora Muslim Uighur Xinjiang, Cina Senin (14/01) siang. Kedatangan mereka disambut jajaran pengurus teras MUI.

Di antaranya Ketua MUI Bidang Luar Negeri dan Hubungan Internasional KH Muhyiddin Junaidi, Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, Ketua MUI Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama Buya Yusnar Yusuf, Wasekjen MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Luar Negeri dan Hubungan Internasional KH Zaitun Rasmin, serta Sekretaris Komisi Luar Negeri dan Hubungan Internasional MUI Amirah Ahmad Nahrawi. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup di Ruang Sekjen MUI.
Selesai pertemuan, Kiai Muhyiddin menyampaikan, diaspora Muslim Uighur hadir di MUI salah satunya untuk menceritakan tindakan represif pemerintah Cina terhadap etnis Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina, seperti yang selama ini diberitakan media internasional.

“Yang disampaikan diaspora Uighur, tentang bagaimana kebijakan pemerintah Cina yang represif, penyiksaan, kemudian berbagai macam tuduhan yang dialamatkan kepada umat Islam Uighur tanpa ada proses legal dan penangkapan yang semena-mena dengan tuduhan yang dibuat-buat,” ungkapnya di Kantor MUI Pusat, Senin (14/01).

Dia menyatakan, MUI menyampaikan rasa simpati terhadap kejadian yang menimpa Muslim Uighur. MUI selanjutnya akan menentukan langkah dalam membantu Muslim Uighur. Namun, sebelum memberikan bantuan terlebih lanjut, MUI meminta pihak diaspora Muslim Uighur menyajikan data yang lebih utuh dan lengkap tentang kondisi Muslim Uighur di sana.

“Agar kita bisa membantu mereka semaksimal mungkin. Ke depan akan datang lagi utusan berikutnya dengan tujuan ingin memberikan informasi lebih lengkap tentang nasib umat Islam di Uighur,” katanya.

Selain itu, Kiai Muhyiddin juga meminta kepada pemerintah Cina lebih transparan terhadap dunia internasional. Ia meminta pemerintah Cina memberikan kesempatan dunia luar bertemu dan menggali informasi dari masyarakat Uighur secara langsung.

“Pemerintah Cina harus jujur, berikan kebebasan kepada masyarakat internasional untuk mewawancarai masyarakat Uighur secara bebas,” katanya.
Usai menggelar pertemuan dengan MUI siang tadi, Diaspora Muslim Uighur mengunjungi Banten untuk membantu korban tsunami Selat Sunda. (Azhar/Nashih)

The post Terima Kunjungan Diaspora Uighur, MUI Tampung Kesaksian Sikap Cina appeared first on Majelis Ulama Indonesia.



Leave a Reply

Waqaf Foundation: for Education & Society Development