Anjuran tidak mendahului Ramadhan dengan berpuasa

Terdapat larangan berpuasa di dua hari terakhir bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ, إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا, فَلْيَصُمْهُ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari, kecuali seorang yang memiliki kebiasaan berpuasa maka tidak mengapa dia berpuasa.” ( HR. Muslim : 1080)

Larangan yang dimaksud adalah larangan terhadap puasa sunnah mutlak. Jika puasa tersebut merupakan puasa sunnah yang telah menjadi rutinitas, maka terdapat hadits yang menunjukkan bahwa tidak mengapa puasa yang demikian itu dilakukan.

Hal ini seperti seorang yang terbiasa melakukan puasa sunnah Senin dan Kamis. Demikian pula, seorang yang memiliki tanggungan puasa wajib seperti puasa qadha atau puasa kaffarah, maka dalam hal ini tidak tercakup dalam larangan hadits di atas dan dia lebih utama mengerjakan puasa tersebut.

Hikmah larangan mendahului Ramadhan dengan berpuasa

Salah satu sebab yang diutarakan ulama perihal larangan berpuasa sehari atau dua hari terakhir di bulan Sya’ban adalah kehati-hatian agar tidak terjadi penambahan bilangan puasa Ramadhan. Sehingga terdapat pemisah antara puasa wajib dan puasa sunnah.



Leave a Reply

Waqaf Foundation: for Education & Society Development