Membangun Kembali Kejayaan Pendidikan Agama

Mulyadi & Ponpes Darul Funun

SARILAMAK – Tidak hanya peduli dengan pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan, sepak terjang Mulyadi, anggota DPR-RI dua periode dari Sumatera Barat dalam membangun dunia pendidikan agama ternyata tidak diragukan lagi.

Setidaknya, hal tersebut dapat dilihat, dari kakok tangan Mulya­di, mendorong pengalokasian anggaran pembangunan asrama Pondok Pesantren Darul Funun El-Abbasiyah (DFA) di Padang Japang, Gu­guak, Limapuluh Kota.

Melalui Kementerian Perumahan Rakyat, Mulyadi yang di periode 2009-2014 tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, mendorong Kementerian terkait menggelontorkan anggaran pembangunan asrama untuk pondok pesantren.

Kini, di institusi pendidikan Islam yang bersejarah di Indonesia tersebut, bangunan sekolah yang semula memiliki 2 unit Asrama Putra masing-masing berkapasitas 80 dan 40 orang), kian rancak dengan 1 unit Asrama Putri 3 lantai yang berkapasitas 300 orang.

Selain itu, sekolah juga memiliki 1 Ruang Labor Komputer, 1 Ruang Perpustakaan, 1 Ruang Poskestren, 1 Ruang Usaha Kopontren dan 1 Unit Gedung Kantor & Guru. Menurut sejumlah orangtua murid ponp­es, dengan adanya pembangunan asrama beberapa tahun lalu, mereka lebih tenang.

“Alhamdulillah, di Ponpes Darul Funun sudah ada asrama yang bagus. Didorong oleh pak Mulyadi. Kalau tak ada pak Mulyadi yang memperjuangkannya di pusat, tentu tak dapat-dapat,” tutur Neti, satu dari beberapa orangtua santriwati ponpes Darul Funun, kepadaSinggalang kemar­in.

Pesatnya kemajuan Ponpes Darul Funun, membuat orangtua murid berduyun-duyun mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut. “Karena bangunannya representatif dan nyaman, kami semakin tenang memon­dokan anak,” ujar beberapa calon orangtua murid Ponpes Darul Funun.

Menurut Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota Sastri Andiko, Ponpes Darul Funun semakin hari kian maju. “Apalagi, setelah adanya pembangunan asrama megah yang anggarannya dijuluk pak Mulyadi ke Kementerian Perumahan Rakyat,” ujar anggota DPRD dua periode tersebut.

Di mata Wakil Bupati Limapuluh Kota Asyirwan Yunus, Ponpes Darul Funun semakin hari kian maju. “Setiap tahun, pondok Darul Funun, melahirkan alumni yang cerdas, hebat dan berprestasi,” kata Asyirwan, terpisah.

Asyirwan mengatakan, hal itu wajar, karena ponpes yang dirintis pada 1875 dengan nama pengajian Surau Godang oleh Syekh Abdullah Datuk Jabok (1830-1903) dan menerapkan konsep pengajian atau halaqah tersebut, semakin berkembang. (bayu/pepen)

Sumber: hariansinggalang.co.id



Waqaf Foundation: for Education & Society Development