All posts by admin

Bung Karno dan Sejarah Tren Kopiah Hitam Indonesia

“Ciri khas saya…simbol nasionalisme kami.” begitulah ucap Sukarno dalam buku biografinya yang berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, yang ditulis Cindy Adams.

Saat berusia 20 tahun, Bung Karno kecil sedang duduk di belakang tukang sate. Bung Karno tegang. Perutnya mulas. Sambil menahan sakit, Sukarno mengamati banyak kawan-kawannya. Dalam pengamatannya, Bung Karno menilai bahwa kawannya banyak lagak, tak mau pakai tutup kepala karena ingin seperti orang Barat.

Hasil itu ia temukan usai perdebatan sengit terjadi di dalam nuraninya. “Apakah engkau seorang pengekor atau pemimpin?” tanyanya dalam batin. “Aku seorang pemimpin.” timpalnya lagi. “Kalau begitu, buktikanlah,” balasnya. “Majulah. Pakai pecimu. Tarik nafas yang dalam! Dan masuklah ke ruang rapat… Sekarang!”.

Tingkah ‘Putra Sang Fajar’ ini membuar orang-orang ternganga melihatnya. Mereka, kaum intelegensia yang membenci pemakaian blangkon, sarung, dan peci karena dianggap cara berpakaian kaum lebih rendah. Kemudian Bung Karno memecah sunyi.

“Kita memerlukan sebuah simbol dari kepribadian Indonesia. Peci yang memiliki sifat khas ini, mirip yang dipakai oleh para buruh bangsa Melayu, adalah asli milik rakyat kita. Menurutku, marilah kita tegakkan kepala kita dengan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia. Merdeka,” katanya.

Namun, Bung Karno bukanlah intelektual pertama kali yang menggunakan peci. Salah satu guru Bung Karno, dr Tjipto sudah lebih dulu mengenakkan topi serupa. Pada 1913, dalam rapat Sociaal Democratische Arbeiders Partij (SDAP), di Den Haag, Belanda, Tjipto sudah mengenakkan kopiah dari beludru hitam.

Pengaruh Bung Karno ternyata begitu luas. Pada pertengahan 1932, dalam Partindo Sukarno melancarkan kampanye memakai barang-barang bikinan Indonesia, termasuk peci lurik. Hingga akhirnya peci atau kopiah hitam kemudian begitu populer.

Kecintaannya kepada peci juga bisa dilihat usai mengunjungi Pondok Pesantren Darul Funun El Abbasiyah (DFA). Sebelum kemerdekaan Inonesia, ia mengunjungi Syekh Abbas Abdullah, pemimpin ponpes tersebut. Kedatangannya untuk bertanya soal Indonesia ke depannya.

Sepulangnya dari sana Bung Karno terlihat sumringah. Ternyata ia mendapat buah tangan favorit dari Syekh Abbas. Sukarno terlihat memakai peci baru yang agak lebih tinggi. (*)



Tukar Peci Bung Karno, Titip Sila Ketuhanan

Ziarah ke Makam Syekh Abbas Abdullah, Imam Jihad Sumatera Tengah

Jika ada pertanyaan, siapa ulama asal Minangkabau yang dihormati Bung Karno? Barangkali, Syekh Abbas Abdullah adalah salah satu jawabannya. Imam Jihad Sumatera Tengah, pentolan Madrasyah Sumatera Thawalib dan pemimpin Darul Funun El-Abbasiyah ini, tidak sekadar memberi peci tinggi untuk Bung Karno. Tapi, juga menitip Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara Indonesia. Seperti apa sosok Syekh Abbas?

Matahari sudah condong ke barat saat Padang Ekspres bersama sastrawan peraih penghargaan SEA Write Award dari Raja Thailand, Gus tf Sakai, serta sastrawan pemegang rekor penulisan puisi dan pantun terpanjang di Indonesia, Adri Sandra, berziarah ke makam Syekh Abbas Abdullah. Makam ulama besar ini terletak di kawasan Puncakbakuang, Jorong Padangjapang, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Limapuluh Kota.

Makam Syekh Abbas berada di dekat makam ayah kandungnya, Syekh Abdullah, lebih awal tercatat sebagai ulama besar di Ranah Minang. Selain makam sang ayah, di samping makam Syekh Abbas terdapat makam dua kakaknya, yakni Syekh Mustafa Abdullah dan Syekh Muhammad Shalih. Kemudian, juga ada makam putra kandung Syekh Abbas, yakni H Fauzi Abbas.

”Totalnya, ada lima makam di sini. Yang paling kanan, makam Syekh Abbas,” kata Faisal El-Abbasy, cicit Syekh Abbas yang menyambut hangat kedatangan kami. Sayangnya, Faisal yang saat itu didampingi seorang mualaf asal Timor Leste tidak mau banyak bercerita soal sejarah hidup kakek buyutnya.

”Saya takut salah-salah memberi keterangan. Apalagi untuk tulisan sejarah. Mungkin lebih baik menghubungi paman saya, Dr Afifi Fauzi Abbas, dosen IAIN Bukittinggi. Beliau, selain cucu Syekh Abbas, juga dipercaya sebagai ketua Yayasan Darul Funun El-Abbasiyah, lembaga pendidikan Islam yang didirikan Syekh Abbas,” saran Faisal.

Saran serupa disampaikan sastrawan Adri Sandra yang asli putra Padangjapang. ”Kalau mau menulis soal Syekh Abbas, mungkin Dr Afifi bisa menjelaskan. Atau bisa juga menghubungi pimpinan Darul Funul El-Abbasiyah saat ini, yakni Drs Adia Putra. Kebetulan, saya masih punya hubungan keluarga dengan beliau. Nanti, kita mampir ke rumahnya,” kata Adri Sandra seraya mengajak Padang Ekspres mampir ke rumah Ustad Adia Putra.

Meski sempat ngopi di rumah alumni IAIN Imam Bonjol Padang tersebut, tapi kami tidak sempat bercerita panjang soal Syekh Abbas karena Maghrib sudah datang menjelang. Walau begitu, bukan berarti riwayat hidup Syekh Abbas tidak bisa digali. Karena berjarak beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Sabtu lalu (2/6), Padang Ekspres bertemu dengan Dr Afifi Fauzi Abbas di kawasan Tarok, Koto Nan Gadang, Payakumbuh.

Ulama Pembaharu

Dr Afifi yang saat ini menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Limapuluh Kota, lumayan luas mengetahui sejarah hidup Syekh Abbas. Kakeknya itu, menurut Afifi, lahir pada 1883 Masehi dan wafat pada 1957, dalam usia 74 tahun. ”Tentang riwayat hidup Syekh Abbas, sudah banyak yang menulisnya. Yang paling komplit itu, tulisan Fachrul Rasyid HF dan Adi Bermasa,” kata Dr Afifi, sambil menyebut nama dua wartawan senior Sumbar.

Bagi Dr Afifi, Syekh Abbas adalah sosok ulama pembaharu di Ranah Minang. Meski lahir dari lingkungan Islam tradisional, karena ayahnya Syekh Abdullah, serta saudara lelakinya Syekh Mustafa dan Syekh Muhammad Shalih, merupakan ulama tariqat. Namun, Syekh Abbas yang pernah berguru kepada Syekh Khatib Kumango dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, memiliki pandangan lebih moderat.

”Syekh Abbas dengan pengalamannya menimba ilmu agama di Mekkah dan Mesir, serta melihat pola pendidikan Islam di Timor Tengah, termasuk pernah ke Iran, berhasil mengubah pola pendidikan Islam di Minangkabau. Dari sistem pendidikan halaqah (guru duduk mengelilingi murid) menjadi sistem klasikal atau madrasah seperti kita temui sekarang ini,” kata Dr Afifi Abbas.

Hal ini juga dibenarkan Profesor Mestika Zed, sejarawan dari Universitas Negeri Padang. Dalam diskusi terbatas dengan Padang Ekspres, Mestika menyebut, kepeloporan generasi pembaharuan Islam di Minangkabau, ditandai dalam dua gelombang. Ada gelombang pembaharuan awal abad 19. Kemudian, ada pula gelombang pembaharuan awal abad 20.

”Generasi pertama dalam gelombang pembaharuan Islam awal abad 19, dipelopori tiga haji dalam Perang Paderi. Yakni, Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piobang. Mereka disebut berasal dari kelompok Wahabi. Tapi, saya lebih suka menyebut mereka dari kelompok puritan,” kata Mestika.

Sedangkan bibit akhir dari generasi pembaharuan Islam awal abad 19 di Minangkabau itu, menurut Mestika Zed, sentranya berada di Padangjapang Limapuluh Kota. Yakni, di Perguruan Darul Funul El-Abbasiyah yang dipimpin Syekh Abbas sebagai kelanjutan dari surau yang didirikan ayahnya. ”Jadi Padangjapang dan Syekh Abbas itu memiliki peran penting dalam pembaharuan Islam di Minangkabau,” tukas Mestika.

Disegani Bung Karno

Peran Syekh Abbas Abdullah sebagai ulama pembaharu di Minangkabau diketahui oleh Ir Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Buktinya, jauh sebelum memproklamirkan kemerdekaan bersama Drs Mohammad Hatta yang merupakan cucu dari Syekh Abdurrahman (ulama ini juga berasal dari Limapuluh Kota, red), Bung Karno pernah secara khusus menemui Syekh Abbas Abdullah di kampus Darul Funun El-Abbasiyah di Padangjapang.

Pertemuan Bung Karno dan Syekh Abbas berlangsung pada 1942. Tepatnya setelah Bung Karno dibebaskan Belanda dari tempat pembuanganya di Bengkulu. Pertemuan empat mata antara “singa podium” dengan ulama pembaharu itu, dicatat wartawan senior Fachrul Rasyid HF dalam sejumlah tulisannya.

Menurut Fachrul, Syekh Abbas yang bertubuh tinggi kekar dan bercambang, sempat kurang sedap menyambut kedatangan Bung Karno. Soalnya, Bung Karno yang ditemani istrinya Inggit Ganarsih, datang terlambat. Padahal, warga dan siswa sudah capek menanti. ”Kalau begini nanti kau memimpin negara ini, rakyat akan kecewa. Negara akan binasa,” kata Syekh Abbas.

Bung Karno, yang paham watak keras Syekh Abbas, menurut cerita yang didengar Fachrul dari masyarakat dan keluarga syekh, cuma tersenyum dan menunduk. Mereka berdua kemudian masuk ke kamar kerja Syekh Abbas. Hampir tiga jam berbicara empat mata. Sementara itu, Ibu Inggit (istri Soekarno) dan anak angkatnya ditemani Nurjani dan Zuraida, keponakan syekh, berbincang di ruang tamu,” tulis Fachrul Rasyid dalam laporan jurnalistik di Majalah Gatra.

Saat menemui Syekh Abbas di Padangjapang, Bung Karno mendapat hadiah berupa peci dengan ukuran lebih tinggi. Sebelumnya, peci Bung Karno berukuran pendek. Menariknya, saat memberikan peci kepada Bung Karno, Syekh Abbas sempat berpesan. ”Kamu harus berhati-hati terhadap kaum komunis dan sekuler yang akan menghancurkan bangsa ini. Peci ini kuberikan supaya kamu menyadari bahwa bangsa Indonesia ini mayoritas umat Islam,” pesan Syekh Abbas.

Selain meminta hati-hati terhadap bahaya komunis dan sekuler, Syekh Abbas yang diminta pendapat oleh Bung Karno tentang konsep dasar-dasar dan penyelenggaraan negara, juga menitip pesan bahwa negara Indonesia yang akan didirikan haruslah berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pesan Syekh Abbas ini yang diyakini banyak pihak, dituangkan Bung Karno dalam sila pertama Pancasila yang dipidatokan pada 1 Juni 1945. (*)

Sumber: https://padek.co/koran/padangekspres.co.id/read/detail/105618/Tukar_Peci_Bung_Karno,_Titip_Sila_Ketuhanan

Editor : Elsy Maisany
Sumber Berita : Fajarillah Vesky – Padang Ekspres



Beasiswa Baznas untuk Siswa DFA yang mendapat PMDK

Alhamdulillah Darulfunun dan warganya senantiasa diberi keberkahan oleh Allah.

Tidak lama setelah acara perpisahan kelas XII, BAZNAS Kabupaten Limapuluhkota memberikan beasiswa untuk para siswa yang mendapat kesempatan PMDK di berbagai PTN.

Beasiswa ini diharapkan mampu membantu para siswa untuk menyelesaikan rencana perkuliahannya.

Serah terima beasiswa ini diwakili oleh Bapak Ketua Yayasan Darulfunun El-Abbasiyah.



Tarhib Ramadhan 2018

Marhaban Ramadhan

Warga Indonesia di Selangor, Malaysia pada hari minggu tanggal 6 Mei 2018 berkumpul di Surau Al-Kautsar Seksyen 4 Bandar Baru Bangi.

Acara Tarhib Ramadhan 2018 yang dihadiri oleh 100 warga dari berbagai profesi ini mengangkat tema “Ramadhan di Timur Tengah, Eropa dan Nusantara”, dengan pembicara Ust Muklis Bakri, Ust Arif Abdullah dan dimoderator oleh Ust Satria Abadi. Tema ini diangkat sebagai penyegar dan penyemangat bagi kita untuk merencanakan kegiatan Ramadhan dalam rangka berlomba-lomba melakukan kebaikan, fastabiqul khairat.

Dalam acara ini juga diinfokan kegiatan-kegiatan Tarhib Ramadhan sepanjang bulan Ramadhan, yang diantaranya adalah buka puasa bersama, penggalangan zakat dan infaq, hingga perayaan dan silaturahmi Iedul Fitri.

Berdasarkan informasi dari panitia Tarhib Ramadhan, Forkommi (Forum Komunikasi Muslim Indonesia) dan Fokma (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia), acara ini diadakan agar para masyarakat Indonesia di perantauan dapat memaksimalkan bulan ramadhan dan juga mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi antar warga Indonesia di perantauan.



Musyawarah Ulama Pesantren

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengadakan Musyawarah Ulama Pesantren dengn tem Mendialogkan Praktek Sunat Perempuan di Indonesia.

Acara yang berlangsung di Hotel Novotel Bogor pada tanggal 2-3 Mei 2018 ini juga bersamaan dengan acara pertemuan Ulama se-dunia yang diadakan oleh Kementerian Agama.

Acara yang mengundang ulama-ulama fiqh pesantren se-Indonesia ini mendatangkan narasumber Prof A Raghab MD PhD yang menyertai rombongan Al-Azhar, Kairo dengan memaparkan Sunat Perempuan dalam perspektif Agama dan Medis, pengalaman dari Mesir.

Dalam musyawarah ini Pesantren Darul Funun El-Abbasiyah diwakili oleh Ketua Yayasan Dr Afifi Fauzi Abbas, MA yang merupakan ulama fiqih dan pengajar ushul fiqih di UIN Syarif Hidayatullah dan kini di IAIN Bukittinggi.

Musyawarah ini memberikan perspektif bahwa sunat perempuan tidak dihukumi wajib tapi boleh (mubah). Tidak boleh memotong secara keseluruhan, tetapi cukup hanya menggores sedikit dan yang melakukannya harus petugas medis terlatih dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatannya.

Sunat perempuan adalah menggores klitoris perempuan setelah kelahirannya tanpa melukai dalam rangka kebersihan. Hukumnya sunat bagi anak perempuan mubah boleh dilakukan dan boleh juga ditinggalkan. Kalau menimbulkan mudarat baik fisik maupun psikhis hukumnya jadi haram. Sunat perempuan tidak sama dengan FGM (Female Genital Mutilation), pemotongan secara keseluruhan yang dikecam di negara barat, karena FGM dengan tipe apapun adalah melukai atau memotong atau membuang, yang dapat memberikan kemudharatan.

Dalam acara ini juga disaksikan oleh Imam Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar.



Pengajian dan Penyerahan Waqaf Quran di Masjid Djami’ Sholihin, Mungka

Penyerahan Waqaf Al-Quran pada kegiatan pengajian di Masjid Djami’ Sholihin, Padang Bajang Kec. Mungka Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Penyerahan ini dilakukan oleh sukarelawan Aamil di Kab. Limapuluhkota Buya Afifi.

Program waqaf Al-Quran ini adalah program yang sudah berjalan sejak tahun 2017, program ini diharapkan menjadi bekal semangat dan modal untuk para dai, lembaga dakwah dan surau di kabupaten limapuluhkota. Sampai saat ini sudah 1300 Al-Quran sudah didistribusikan melalui program ini.

Semoga waqaf ini bermanfaat bagi yang menerimanya dan para muwaqif mendapat pahala amal jariyah.

Informasi penggalangan dana waqaf: www.kitabisa.com/waqafquran



Pengajian Mahasiswa Indonesia di UKM Malaysia

Kegiatan dakwah Darulfunun di Malaysia tahun 2018 ini dimulai kembali di Gedung perpustakaan Tun Sri Lanang, Universitas Kebangsaan Malaysia.

Sebagai narasumber adalah Ust Arif Abdullah yang juga adalah Kordinator Divisi Pengembangan dan Jaringan Darulfunun.

Tema yang disampaikan adalah “Yang Muda Yang Mempesona”, karakter yang perlu dibina dalam masa pembelajaran. Alhamdulillah pengajian ini dihadiri oleh lebih tiga puluh mahasiswa baik mahasiswa S1, S2 hingga S3.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan harapan terhadap generasi muda dan pelajar-pelajar Indonesia di luar negara, untuk terus peduli terhadap tanah air dan juga berpartisipasi dalam memberikan solusi permasalahan umat secara global.

Pengajian ini ditutup dengan ramah tamah dengan hidangan Bakso dan pengumuman door prize.

Ust Arid menyampaikan dimana pun kita berada, baik perantauan jauh, tidak menghilangkan tanggung jawab kita dalam berdakwah, baik menyediakan tempat, makanan, pengurusan, tausiah, atau apapun yang bisa kontribusikan adalah amal kita dalam berdakwah amar ma’ruf nahi munkar dan juga menjaga marwah umat muslim.

Acara ini diselenggarakan oleh Divisi Kerohanian PPI UKM Malaysia.



Pengajian dan penyerahan amanah waqaf Al-quran di Masjid Mutaqaddimin, Andaleh

Ketua PDM Muhammadiyah Kab. Limapuluhkota yang juga pembina Yayasan Darulfunun El-Abbasiyah mendapat undangan sebagai narasumber pengajian di Masjid Mutaqaddimin, Andaleh Kab. Limapuluhkota.

Pengajian ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Limapuluhkota bekerjasama dengan Pengurus Masjid Mutaqaddimin, Andaleh sebagai upaya untuk mengajak amar ma’ruf nahi munkar dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan amanah waqaf Al Quran Terjemah A5 untuk dipergunakan dalam kegiatan Masjid.

Semoga Allah meridhai amal dakwah ini dan menjadikan waqaf alquran ini sebagai amal jariyah para muwaqif, insyaallah.

informasi waqaf alquran: www.kitabisa.com/waqafqurandfa



Mengamanahkan 191 Alquran Waqaf kepada Pelajar DFA

Alhamdulillah,

minggu ini Program Waqaf Alquran Aamil menyerahkan amanah Alquran waqaf kepada para santri Perguruan Darulfunun El-Abbasiyah tahun ajaran 2017/2018 untuk tingkat MTs dan MA sebanyak 134 Alquran ukuran A6 terjemah saku, dan juga menyusul menyerahkan amanah Alquran sebanyak 37 Alquran untuk siswa kelas 12.

Perguruan Darulfunun menjadi prioritas pembagian karena komposisi siswa yang unik dari berbagai lokasi di Kabupaten Limapuluhkota dan Sumatera Barat, pesantren modern ini juga adalah pesantren unggulan untuk daerah Limapuluhkota yang dibina oleh Kandepag Limapuluhkota.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan 20 Alquran terjemah A6 untuk didistribusikan ke Gunung Omeh, Suliki yang berbatasan dengan Bonjol.

Semoga amanah yang sedikit ini bisa menjaga izzah di daerah ini.

terimakasih kepada para waqif yang berinfaq dalam program ini, semoga menjadi amal jariyah yang terus berkepanjangan, insyaallah.

Program ini masih memerlukan dukungan, Alquran didistribusikan melalui jaringan sukarelawan yang bergerak di berbagai bidang dan ormas dakwah, dan program ini tidak berafiliasi dengan politik, murni adalah gerakan kepedulian untuk membentuk generasi Islam ulil albab dan juga memberikan semangat untuk surau-surau dalam beraktifitas.

Infaq dapat disalurkan melalui link https://m.kitabisa.com/waqafquran atau menghubungi 081802637969 untuk informasi.



Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag

Kabar gembira untuk teman-teman yang tahun ini lulus Pondok Pesantren MA (Madrasah Aliyah)

Kemenag akan memberikan bantuan PBSB tahun ini kepada 272 santri berprestasi terpilih. Mereka akan kuliah di13 perguruan tinggi mitra, yaitu
1) Institut Pertanian Bogor
2) Institut Teknogi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya
3) UIN Makassar
4) UIN Malang
5) UIN Surabaya
6) UIN Bandung
7) UIN Yogyakarta,
8) UIN Jakarta
9) UIN Semarang
10) Universitas Airlangga, Surabaya
11) Universitas Cendrawasih Jayapura
12) Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM), dan
13) Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI).

https://kemenag.go.id/berita/read/507011/program-beasiswa-santri-berprestasi-tahun-2018-segera-dibuka



DFA Juara Umum Pontren Cup 2018

Penyerahan Piala Umum Pontren Cup 2018 Kab. Limapuluh Kota.

Darulfunun El-Abbasiyah kembali dinobatkan sebagai juara umum Pontren Cup 2018 seperti tahun sebelumnya.

Pertandingan olahraga yang terdiri dari berbagai cabang olahraga ini menjadi agenda tahunan Kandepag Limapuluh Kota dengan tujuan memeriahkan aktivitas kegiatan pesantren dan juga membina olahraga dilingkungan pesantren.

Kegiatan yang diikuti oleh pesantren-pesantren se-Limapuluhkota ini juga menjadi ajang silaturahmi pesantren dan khususnya para siswa.



Waqaf Al-Quran Situjuh Bandar Dalam

Penyerahan waqaf Al-Quran Darul Funun el-Abbasiyah ke Mushollah & Masjid pemukiman atas Gunung Sago, Situjuh Bandar Dalam, Kab. Limapuluhkota.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan distribusi ke Surau Gadang dan Panti Asuhan Al-Falah Nahdatun Nisa’iyah Pdg Japang.



Kuliah Lapangan UIN Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ke DFA

Pada hari kamis kemarin (26/10), mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II (UIN SUSKA) Pekanbaru, Riau melakukan kunjungan Kuliah Lapangan ke Perguruan Darul Funun el-Abbasiyah, sebagai salah satu perguruan tua yang mempunyai sejarah panjang dalam pendidikan dan pergerakan Islam di Sumatera.

Kunjungan ini didampingi oleh Ketua Yayasan Buya Afifi Fauzi Abbas, Kepala Perguruan (Kamad MA) Buya Adia Putra, dan Kamad MTs Ust Nasrullah. Dalam kunjungan ini dipaparkan sejarah Darul Funun el-Abbasiyah dan perananannya pra-kemerdekaan, perjuangan kemerdekaan, dan saat ini mengisi kemerdekaan dengan berperan aktif dalam pendidikan dan pengembangan masyarakat.

Darulfunun adalah aset waqaf umat yang dikelola oleh Yayasan Waqaf Darul Funun El-Abbasiyah, berlokasi di Jorong Padang Japang, Nagari VII Koto Talago, Kabupaten Limapuluhkota, Propinsi Sumatera Barat.

sumber: FB Ust Nasrullah



Beasiswa Tahfidz & Prestasi Semester Ganjil 2017/2018

Semester ini terdapat cukup banyak siswa tahfidz dan berprestasi, baik dari siswa baru kelas VII dan juga siswa yang mengalami peningkatan hafalan tahfidz dan berprestasi baik dalam kegiatan belajar mengajar juga mewakili perguruan dalam kompetisi tingkat daerah dan provinsi.

Alhamdulillah pada hari sabtu minggu lalu, dalam pembagian rapor bayangan, kita umumkan sekali nama-nama siswa yang dapat penghargaan atas kerja kerasnya, dan kami para pendidik dan pendukung diberi kesabaran dan kekuatan untuk membina.

 

Beasiswa diumumkan dan diberikan oleh Ketua Yayasan Buya Afifi Fauzi Abbas dan Kepala Madrasah Buya Adi Putra.

Jumlah
Beasiswa tahfidz (min 1 juz): 15 org
Beasiswa prestasi: 16 org

Tingkat MTs: 17 org
Tingkat MA: 14 org

 

Semoga Allah mudahkan para siswa dalam belajar mereka, dan semoga kita diberkahi oleh Allah.

Infaq & waqaf untuk mendukung program ini dapat disalurkan melalui link ini: https://kitabisa.com/tabunginfaq2017 atau dapat menghubungi perguruan dan yayasan.



Laporan Waqaf Pengadaan Kursi dan Meja untuk Tahun 2017/2018

Dimulainya tahun ajaran baru 2017/2018 ini, alhamdulillah ada pertambahan siswa/i yang melebihi kapasitas perguruan.

Sebanyak 60 meja dan kursi diperlukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, alhamdulillah kami menerima infaq Waqaf dari para shalihin/shalihat untuk mendukung keperluan ini.

Waqaf yang disalurkan dalam pengadaan kursi dan meja ini berjumlah Rp. 18.5jt. Semoga Allah beri keberkahan dan kemudahan kepada para shalihin/shalihat, dan waqaf ini dijadikan shadaqah jariyah, insyaallah.

Untuk para shalihin dan shalihat yang ingin menyalurkan waqaf, infaq, shadaqah nya dapat melalui link berikut ini: https://kitabisa.com/tabunginfaq2017 , ataupun dapat juga menghubungi perguruan dan yayasan.