All posts by admin

Beasiswa Baznas untuk Siswa DFA yang mendapat PMDK

Alhamdulillah Darulfunun dan warganya senantiasa diberi keberkahan oleh Allah.

Tidak lama setelah acara perpisahan kelas XII, BAZNAS Kabupaten Limapuluhkota memberikan beasiswa untuk para siswa yang mendapat kesempatan PMDK di berbagai PTN.

Beasiswa ini diharapkan mampu membantu para siswa untuk menyelesaikan rencana perkuliahannya.

Serah terima beasiswa ini diwakili oleh Bapak Ketua Yayasan Darulfunun El-Abbasiyah.



Tarhib Ramadhan 2018

Marhaban Ramadhan

Warga Indonesia di Selangor, Malaysia pada hari minggu tanggal 6 Mei 2018 berkumpul di Surau Al-Kautsar Seksyen 4 Bandar Baru Bangi.

Acara Tarhib Ramadhan 2018 yang dihadiri oleh 100 warga dari berbagai profesi ini mengangkat tema “Ramadhan di Timur Tengah, Eropa dan Nusantara”, dengan pembicara Ust Muklis Bakri, Ust Arif Abdullah dan dimoderator oleh Ust Satria Abadi. Tema ini diangkat sebagai penyegar dan penyemangat bagi kita untuk merencanakan kegiatan Ramadhan dalam rangka berlomba-lomba melakukan kebaikan, fastabiqul khairat.

Dalam acara ini juga diinfokan kegiatan-kegiatan Tarhib Ramadhan sepanjang bulan Ramadhan, yang diantaranya adalah buka puasa bersama, penggalangan zakat dan infaq, hingga perayaan dan silaturahmi Iedul Fitri.

Berdasarkan informasi dari panitia Tarhib Ramadhan, Forkommi (Forum Komunikasi Muslim Indonesia) dan Fokma (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia), acara ini diadakan agar para masyarakat Indonesia di perantauan dapat memaksimalkan bulan ramadhan dan juga mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi antar warga Indonesia di perantauan.



Musyawarah Ulama Pesantren

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengadakan Musyawarah Ulama Pesantren dengn tem Mendialogkan Praktek Sunat Perempuan di Indonesia.

Acara yang berlangsung di Hotel Novotel Bogor pada tanggal 2-3 Mei 2018 ini juga bersamaan dengan acara pertemuan Ulama se-dunia yang diadakan oleh Kementerian Agama.

Acara yang mengundang ulama-ulama fiqh pesantren se-Indonesia ini mendatangkan narasumber Prof A Raghab MD PhD yang menyertai rombongan Al-Azhar, Kairo dengan memaparkan Sunat Perempuan dalam perspektif Agama dan Medis, pengalaman dari Mesir.

Dalam musyawarah ini Pesantren Darul Funun El-Abbasiyah diwakili oleh Ketua Yayasan Dr Afifi Fauzi Abbas, MA yang merupakan ulama fiqih dan pengajar ushul fiqih di UIN Syarif Hidayatullah dan kini di IAIN Bukittinggi.

Musyawarah ini memberikan perspektif bahwa sunat perempuan tidak dihukumi wajib tapi boleh (mubah). Tidak boleh memotong secara keseluruhan, tetapi cukup hanya menggores sedikit dan yang melakukannya harus petugas medis terlatih dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatannya.

Sunat perempuan adalah menggores klitoris perempuan setelah kelahirannya tanpa melukai dalam rangka kebersihan. Hukumnya sunat bagi anak perempuan mubah boleh dilakukan dan boleh juga ditinggalkan. Kalau menimbulkan mudarat baik fisik maupun psikhis hukumnya jadi haram. Sunat perempuan tidak sama dengan FGM (Female Genital Mutilation), pemotongan secara keseluruhan yang dikecam di negara barat, karena FGM dengan tipe apapun adalah melukai atau memotong atau membuang, yang dapat memberikan kemudharatan.

Dalam acara ini juga disaksikan oleh Imam Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar.



Pengajian dan Penyerahan Amanah Waqaf Quran di Masjid Djami’ Sholihin, Padang Bajang, Mungka

Penyerahan Waqaf Al-Quran pada kegiatan pengajian di Masjid Djami’ Sholihin, Padang Bajang Kec. Mungka Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Penyerahan ini dilakukan oleh sukarelawan Aamil di Kab. Limapuluhkota Buya Afifi.

Program waqaf Al-Quran ini adalah program yang sudah berjalan sejak tahun 2017, program ini diharapkan menjadi bekal semangat dan modal untuk para dai, lembaga dakwah dan surau di kabupaten limapuluhkota. Sampai saat ini sudah 1300 Al-Quran sudah didistribusikan melalui program ini.

Semoga waqaf ini bermanfaat bagi yang menerimanya dan para muwaqif mendapat pahala amal jariyah.

Informasi penggalangan dana waqaf: www.kitabisa.com/waqafquran



Pengajian Mahasiswa Indonesia di UKM Malaysia

Kegiatan dakwah Darulfunun di Malaysia tahun 2018 ini dimulai kembali di Gedung perpustakaan Tun Sri Lanang, Universitas Kebangsaan Malaysia.

Sebagai narasumber adalah Ust Arif Abdullah yang juga adalah Kordinator Divisi Pengembangan dan Jaringan Darulfunun.

Tema yang disampaikan adalah “Yang Muda Yang Mempesona”, karakter yang perlu dibina dalam masa pembelajaran. Alhamdulillah pengajian ini dihadiri oleh lebih tiga puluh mahasiswa baik mahasiswa S1, S2 hingga S3.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan harapan terhadap generasi muda dan pelajar-pelajar Indonesia di luar negara, untuk terus peduli terhadap tanah air dan juga berpartisipasi dalam memberikan solusi permasalahan umat secara global.

Pengajian ini ditutup dengan ramah tamah dengan hidangan Bakso dan pengumuman door prize.

Ust Arid menyampaikan dimana pun kita berada, baik perantauan jauh, tidak menghilangkan tanggung jawab kita dalam berdakwah, baik menyediakan tempat, makanan, pengurusan, tausiah, atau apapun yang bisa kontribusikan adalah amal kita dalam berdakwah amar ma’ruf nahi munkar dan juga menjaga marwah umat muslim.

Acara ini diselenggarakan oleh Divisi Kerohanian PPI UKM Malaysia.



Pengajian dan penyerahan amanah waqaf Al-quran di Masjid Mutaqaddimin, Andaleh

Ketua PDM Muhammadiyah Kab. Limapuluhkota yang juga pembina Yayasan Darulfunun El-Abbasiyah mendapat undangan sebagai narasumber pengajian di Masjid Mutaqaddimin, Andaleh Kab. Limapuluhkota.

Pengajian ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Limapuluhkota bekerjasama dengan Pengurus Masjid Mutaqaddimin, Andaleh sebagai upaya untuk mengajak amar ma’ruf nahi munkar dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan amanah waqaf Al Quran Terjemah A5 untuk dipergunakan dalam kegiatan Masjid.

Semoga Allah meridhai amal dakwah ini dan menjadikan waqaf alquran ini sebagai amal jariyah para muwaqif, insyaallah.

informasi waqaf alquran: www.kitabisa.com/waqafqurandfa



Mengamanahkan 191 Alquran Waqaf kepada Pelajar DFA

Alhamdulillah,

minggu ini Program Waqaf Alquran Aamil menyerahkan amanah Alquran waqaf kepada para santri Perguruan Darulfunun El-Abbasiyah tahun ajaran 2017/2018 untuk tingkat MTs dan MA sebanyak 134 Alquran ukuran A6 terjemah saku, dan juga menyusul menyerahkan amanah Alquran sebanyak 37 Alquran untuk siswa kelas 12.

Perguruan Darulfunun menjadi prioritas pembagian karena komposisi siswa yang unik dari berbagai lokasi di Kabupaten Limapuluhkota dan Sumatera Barat, pesantren modern ini juga adalah pesantren unggulan untuk daerah Limapuluhkota yang dibina oleh Kandepag Limapuluhkota.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan 20 Alquran terjemah A6 untuk didistribusikan ke Gunung Omeh, Suliki yang berbatasan dengan Bonjol.

Semoga amanah yang sedikit ini bisa menjaga izzah di daerah ini.

terimakasih kepada para waqif yang berinfaq dalam program ini, semoga menjadi amal jariyah yang terus berkepanjangan, insyaallah.

Program ini masih memerlukan dukungan, Alquran didistribusikan melalui jaringan sukarelawan yang bergerak di berbagai bidang dan ormas dakwah, dan program ini tidak berafiliasi dengan politik, murni adalah gerakan kepedulian untuk membentuk generasi Islam ulil albab dan juga memberikan semangat untuk surau-surau dalam beraktifitas.

Infaq dapat disalurkan melalui link https://m.kitabisa.com/waqafquran atau menghubungi 081802637969 untuk informasi.



Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag

Kabar gembira untuk teman-teman yang tahun ini lulus Pondok Pesantren MA (Madrasah Aliyah)

Kemenag akan memberikan bantuan PBSB tahun ini kepada 272 santri berprestasi terpilih. Mereka akan kuliah di13 perguruan tinggi mitra, yaitu
1) Institut Pertanian Bogor
2) Institut Teknogi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya
3) UIN Makassar
4) UIN Malang
5) UIN Surabaya
6) UIN Bandung
7) UIN Yogyakarta,
8) UIN Jakarta
9) UIN Semarang
10) Universitas Airlangga, Surabaya
11) Universitas Cendrawasih Jayapura
12) Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM), dan
13) Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI).

https://kemenag.go.id/berita/read/507011/program-beasiswa-santri-berprestasi-tahun-2018-segera-dibuka



DFA Juara Umum Pontren Cup 2018

Penyerahan Piala Umum Pontren Cup 2018 Kab. Limapuluh Kota.

Darulfunun El-Abbasiyah kembali dinobatkan sebagai juara umum Pontren Cup 2018 seperti tahun sebelumnya.

Pertandingan olahraga yang terdiri dari berbagai cabang olahraga ini menjadi agenda tahunan Kandepag Limapuluh Kota dengan tujuan memeriahkan aktivitas kegiatan pesantren dan juga membina olahraga dilingkungan pesantren.

Kegiatan yang diikuti oleh pesantren-pesantren se-Limapuluhkota ini juga menjadi ajang silaturahmi pesantren dan khususnya para siswa.



Waqaf Al-Quran Situjuh Bandar Dalam

Penyerahan waqaf Al-Quran Darul Funun el-Abbasiyah ke Mushollah & Masjid pemukiman atas Gunung Sago, Situjuh Bandar Dalam, Kab. Limapuluhkota.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan distribusi ke Surau Gadang dan Panti Asuhan Al-Falah Nahdatun Nisa’iyah Pdg Japang.



Kuliah Lapangan UIN Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ke DFA

Pada hari kamis kemarin (26/10), mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II (UIN SUSKA) Pekanbaru, Riau melakukan kunjungan Kuliah Lapangan ke Perguruan Darul Funun el-Abbasiyah, sebagai salah satu perguruan tua yang mempunyai sejarah panjang dalam pendidikan dan pergerakan Islam di Sumatera.

Kunjungan ini didampingi oleh Ketua Yayasan Buya Afifi Fauzi Abbas, Kepala Perguruan (Kamad MA) Buya Adia Putra, dan Kamad MTs Ust Nasrullah. Dalam kunjungan ini dipaparkan sejarah Darul Funun el-Abbasiyah dan perananannya pra-kemerdekaan, perjuangan kemerdekaan, dan saat ini mengisi kemerdekaan dengan berperan aktif dalam pendidikan dan pengembangan masyarakat.

Darulfunun adalah aset waqaf umat yang dikelola oleh Yayasan Waqaf Darul Funun El-Abbasiyah, berlokasi di Jorong Padang Japang, Nagari VII Koto Talago, Kabupaten Limapuluhkota, Propinsi Sumatera Barat.

sumber: FB Ust Nasrullah



Beasiswa Tahfidz & Prestasi Semester Ganjil 2017/2018

Semester ini terdapat cukup banyak siswa tahfidz dan berprestasi, baik dari siswa baru kelas VII dan juga siswa yang mengalami peningkatan hafalan tahfidz dan berprestasi baik dalam kegiatan belajar mengajar juga mewakili perguruan dalam kompetisi tingkat daerah dan provinsi.

Alhamdulillah pada hari sabtu minggu lalu, dalam pembagian rapor bayangan, kita umumkan sekali nama-nama siswa yang dapat penghargaan atas kerja kerasnya, dan kami para pendidik dan pendukung diberi kesabaran dan kekuatan untuk membina.

 

Beasiswa diumumkan dan diberikan oleh Ketua Yayasan Buya Afifi Fauzi Abbas dan Kepala Madrasah Buya Adi Putra.

Jumlah
Beasiswa tahfidz (min 1 juz): 15 org
Beasiswa prestasi: 16 org

Tingkat MTs: 17 org
Tingkat MA: 14 org

 

Semoga Allah mudahkan para siswa dalam belajar mereka, dan semoga kita diberkahi oleh Allah.

Infaq & waqaf untuk mendukung program ini dapat disalurkan melalui link ini: https://kitabisa.com/tabunginfaq2017 atau dapat menghubungi perguruan dan yayasan.



Laporan Waqaf Pengadaan Kursi dan Meja untuk Tahun 2017/2018

Dimulainya tahun ajaran baru 2017/2018 ini, alhamdulillah ada pertambahan siswa/i yang melebihi kapasitas perguruan.

Sebanyak 60 meja dan kursi diperlukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, alhamdulillah kami menerima infaq Waqaf dari para shalihin/shalihat untuk mendukung keperluan ini.

Waqaf yang disalurkan dalam pengadaan kursi dan meja ini berjumlah Rp. 18.5jt. Semoga Allah beri keberkahan dan kemudahan kepada para shalihin/shalihat, dan waqaf ini dijadikan shadaqah jariyah, insyaallah.

Untuk para shalihin dan shalihat yang ingin menyalurkan waqaf, infaq, shadaqah nya dapat melalui link berikut ini: https://kitabisa.com/tabunginfaq2017 , ataupun dapat juga menghubungi perguruan dan yayasan.



Membangun Masyarakat yang Berperadaban

Prof. Dr. Eka Srimulyani, MA., Guru Besar pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

ALQURAN memiliki beberapa penggambaran konsep masyarakat atau umat yang ideal, di antaranya adalah ummatan wahidah (umat yang satu). Ungkapan ini disebutkan beberapa kali dalam Alquran, salah satunya dalam surat Al-Baqarah: 213. Ummatan wahidah adalah umat yang menyatu dan bersatu dalam keimanan kepada Allah Swt, dan diberi petunjuk oleh-Nya. Dalam ayat lain (Al-Baqarah: 143), Alquran menyebutkan konsep ummatan wasathan (umat pertengahan), umat atau masyarakat yang moderat. Istilah lain yang juga digunakan dalam Alquran dalam menjelaskan konsep umat adalah khairu ummah (umat yang terbaik) yang dilahirkan untuk manusia (QS. Ali Imran: 110).

Pemahaman khairu ummah dalam ayat tersebut dikaitkan dengan upaya-upaya mereka yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, dan beriman kepada Allah Swt. Satu contoh penggambaran masyarakat [ideal] yang lebih spesifik tergambar ketika Alquran menjelaskan kondisi kaum Saba’ (QS. Saba’: 15). Dalam ayat ini kontekstualisasi dari masyarakat yang ideal adalah penggabungan antara kemakmuran dan spiritualitas keagamaan/keimanan dalam wujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, gambaran mengenai sebuah negeri yang aman sentosa dan masyarakat yang terampuni dosanya.

Di sisi lain, diskusi mengenai konsep umat atau masyarakat yang “ideal” sering merujuk kepada istilah yang dikenal sebagai madaniyyah (berperadaban) atau dalam masyarakat kita disebut dengan istilah “masyarakat madani”. Secara bahasa madaniyyah berasal dari kata Bahasa Arab madinah yang mempunyai dua pengertian, yang pertama berarti “[masyarakat] kota”, dan kedua dalam artian “[masyarakat] berperadaban” yang mengacu pada kehidupan masyakarat yang berkeadilan dan berperadaban.

Diskusi mengenai masyarakat berperadaban sering dikaitkan dengan ubarnisasi dan perkotaan, karena dalam sejarah peradaban-peradaban besar yang ada di dunia, selalu berbasis di kota-kota besar sebagai pusat kehidupan sosial politik masyarakatnya yang kemudian mempengaruhi wilayah-wilayah sekelilingnya, dan juga karakteristik dasar peradaban lebih cepat diamati dan ditemui dalam kehidupan masyarakat yang berbasis kota.

Masyarakat madani
Referensi mengenai konsep masyarakat madani dalam tataran praktis adalah masyarakat Muslim awal di kota Madinah setelah hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Mekkah, yang berlanjut sampai masa kepemimpinan para Khulafaur-rasyidin setelah beliau wafat. Masyarakat yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw saat itu bersendikan pada dimensi keimanan yang diarahkan untuk memperkuat kondisi masyarakat sipil dalam pilar-pilar musyawarah, keadilan dan persaudaraan.

Sejarah mencatat adanya sebuah kohesi sosial yang ideal, terbangun secara kuat dalam masyarakat Madinah saat itu, salah satunya terlihat lewat ukhuwwah (persaudaraan) yang mendalam dan bersahaja antara suku Quraisy Mekkah yang dikenal dengan istilah kaum Muhajirin dan penduduk Yatsrib (Madinah) yang dikenal sebagai kaum Anshar. Kota Madinah sendiri saat itu juga terdiri dari beragam suku seperti Suku Aus, Khazraj dan masyarakat Yahudi (Bani Nadhir, Bani Qainuqa’, Bani Quraizah), di samping Muhajirin yang hijrah dari Mekah.

Prinsip yang melandasi kohesi sosial tersebut dilandasi dari prinsip-prinsip yang tertuang dalam sebuah konstitusi yang cukup yang terkenal dalam sejarah yaitu “Piagam Madinah”. Piagam Madinah mencantumkan beberapa prinsip-prinsip penting dalam membangun masyarakat ideal yang menekankan pada persatuan dan kesatuan, persaudaraan (al-‘ukhuwwah), perdamaian, toleransi, keadilan (al-’adalah), sikap tidak diskriminatif, dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan dan keberagaman.

Prinsip-prinsip ini menjadi solusi dari kompleksitas kehidupan sosial politik masyarakat Madinah saat itu yang beragam baik dari sisi agama yang dianut, maupun kesukuan, yang sebenarnya memiliki potensi konflik di dalamnya. Kalau dikaji dan dianalisis, sebenarnya prinsip-prinsip yang ada dalam piagam Madinah tersebut sangat relevan diadopsi untuk kondisi masyarakat Muslim modern hari ini sekalipun.

Dari sisi wacana, konsep masyarakat madani terkadang sering disamakan dengan konsep civil society (masyarakat sipil), sebuah konsep masyarakat yang memiliki elemen-elemen kemasyarakatan yang kuat, dan/atau civilized society yang juga bermakna masyarakat berperadaban. Peradaban dalam konsep tamaddun seperti yang disebutkan oleh Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah.

Menurut Ibnu Khaldun, tamaddun merupakan pencapaian manusia yang sudah melebihi keperluan dasar manusia sehingga memberi kesempatan bagi mereka untuk berpikir dan menghasilkan daya cipta dan peradaban yang lebih tinggi dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan seni.

Masyarakat maju
Selain istilah tamaddun, Ibnu Khaldun juga memunculkan istilah umran yang merupakan kajian terhadap kawasan-kawasan bandar/perkotaan yang memiliki struktur tanah yang subur, infrastruktur yang memadai dalam suatu wilayah pembangunan yang baik ditempati secara permanen oleh sebuah masyarakat yang maju.

Di Indonesia, sejak 1990-an, diskusi tentang konsep masyarakat madani di Indonesia sudah mulai muncul secara intensif. Pada 1995 dalam sebuah diskusi di simposium Nasional dalam rangka Festival Istiqlal di Jakarta, Dato’ Anwar Ibrahim menyampaikan presentasi khusus tentang tawaran konsep masyarakat madani.

Para pakar lainnya juga tidak luput ikut berkontribusi dalam membentuk pemahaman mengenai konsep masyarakat madani tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, bahkan tidak hanya dalam bentuk diskusi dan wacana, istilah masyarakat madani kemudian juga diadopsi dalam tema pembangunan masyarakat kota/daerah di Indonesia.

Akhirul kalam, secara sederhana dapat dipahami, ada beberapa karakter yang melekat pada masyarakat Muslim madani (berperadaban) yang dimaksud, di antaranya adalah mengedepankan nilai-nilai keimanan kepada Allah Swt, mengembangkan prinsip keadilan dan kesetaraan, penguatan elemen masyarakat, toleransi, dan memiliki akhlaq mulia, serta penguasaan ilmu pengetahuan, termasuk seni yang digunakan bagi kemanfaatan umat/masyarakat.

Momentum Ramadhan yang penuh berkah ini sedianya merupakan saat yang tepat untuk mewujudkan dan memperkuat asas-asas masyarakat berperadaban tersebut dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.

Wallahu a’lam bishawab.



Barat Akui Akurasi Peta Al-Idrisi

Bukunya tentang geografi sangat populer selama beberapa abad. Al-Idrisi sangat termasyhur di Barat sebagai ahli geografi yang membuat bola dunia perak bagi Raja Roger II dari Sisilia pada 1154 M. Pada bola dunia seberat 400 kilogram itu dengan cermat ia catatkan tujuh benua beserta jalur perdagangan, danau dan sungai, kota-kota besar, dataran, dan pegunungan.

Al-Idrisi lahir di Ceuta, Maroko, Afrika Utara, pada 1100 M. Saat bertemu Raja Roger untuk mendiskusikan pembuatan bola dunia, ia berusia akhir 30-an. Pembuatan bola dunia itu memakan waktu 15 tahun. Dia juga memberi informasi, termasuk jarak, panjang, dan tinggi yang sesuai. Bola dunia itu juga dilengkapi dengan bukunya Al-Kitab al-Rujari (Buku Roger). Dalam buku itu terdapat 71 bagian peta, sebuah peta dunia, dan 70 tambahan bagian peta.

Dia juga membuat representasi dunia pada sebuah piringan. Seperti pakar geografi Muslim lain sebelumnya, al-Idrisi mengunjungi banyak tempat yang jauh, termasuk Eropa. Tujuannya, untuk mengumpulkan data geografis. Para ahli geografi Muslim telah membuat pengukuran akurat permukaan bumi dan beberapa peta dari seluruh dunia.

Al-Idrisi menggabungkan pengetahuan yang tersedia dengan temuannya sendiri untuk menciptakan informasi yang komprehensif dari semua ba gian dunia. Seiring dengan kepopulerannya yang menyebar, dia mendapatkan perhatian dari para navigator laut Eropa dan perencana militer, tidak terkecuali Roger II, Raja Norman Sisilia.

Sang raja memintanya untuk membuat peta dunia teranyar. Figur dan karya al-Idrisi lebih dikenal di dunia Barat di bandingkan ahli geografi Muslim lain karena kapal dan navigator dari Laut Utara, Atlantik, dan Mediterania kerap singgah di Sisilia yang berada di bawah kekuasaan Muslim sebelum Raja Roger. Karya-karya pemikir Muslim tersedia secara bebas dan menyebar ke Eropa melalui Latin Barat. (Republika)